Minggu, 03 Januari 2016

Wawancara Dengan Crespo Dalam Acara Inter Legend di Inter Channel


Kemarin, legenda Inter, Hernan Crespo menjadi tamu dalam acara Inter Legends yang tayang di Inter Channel. Berikut apa saja yang disampaikan oleh Crespo:

  
Saat di River Plate:
“Saya mulai bermain sejak umur 6 tahun hingga 10 tahun, namun pada usia 10 hingga 16 tahun, saya lebih sering duduk dibangku cadangan, saya menjadi pemain ke 12. Namun di musim berikutnya, pelatih memberikan kepercayaan kepada saya dan saya memainkan 21 laga dengan torehan 23 gol, jumlah yang cukup banyak untuk pemain berumur 17 tahun. Mulai sejak saat itu, petualangan saya dimulai, hingga akhirnya memenangkan Copa Libertadores tahun 1996.”

Saat di Parma:
“Saya setuju bergabung dengan Parma sebelum Copa Libertadores dimulai. Mereka melihat saya saat pra Olimpiade dan kami langsung menentukan harga saat itu. Tidak ada orang di River yang membayangkan jika saya ‘meledak’ pada tahun itu. Saya menjadi pencetak gol terbanyak di Libertadores, Olimpuade dan bahkan mengalahkan Ronaldo. Bahkan presiden Argentina berkata, Anda tidak bisa menjual Crespo dengan harga segitu.”


Tentang Ronaldo:

“Tidak ada perbandingan dengannya. Ronaldo jauh berubah. Ronaldo adalah Ronaldo dan kami memiliki perbedaan dari berbagai hal. Ia sungguh fenomenal. Ia memiliki kecepatan serta drible nya sungguh mengerikan.


Saat di Lazio:

“Musim pertama di Lazio bersama Eriksson sungguh sulit. Kami saat itu berstatus sebagai juara bertahan dan mungkin kami sedikit santai. Kemudian Eriksson memutuskan hengkang untuk melatih Inggris. Kemudian pihak klub mendatangkan Poborsky dan mengangkat Zola sebagai pelatih dan tim mulai menanjak.”





Hengkang ke Inter:

“Lazio mengalami masalah dengan keuangan klub dan harus memaksa mereka melepas para pemainnya. Nedved, Veron, Mendieta dan De La Pena hengkang. Mencari pengganti para pemain ini sangat sulit. Dan kemudian dilanjutkan dengan kepindahan saya ke Inter dan Nesta ke Milan. Saya masih ingat kepindahan saya ke Inter, dimana semua bergantung kepada nasib Ronaldo, jika ia pindah ke Madrid, saya akan pindah ke Inter, namun jika Ronaldo bertahan, saya yang akan pindah ke Madrid.
 











Tentang Vieri:


“Dia adalah sosok yang luar biasa. Ketika bergabung dengan Inter membuat saya merasa seperti di rumah sendiri. Ketika Anda berjalan ke ruang ganti dan melihat ada sosok penyerang hebat seperti Vieri akan otomatis membuat Anda merasa dia adalah seorang primadona. Hal yang sama yang saya alami di Chelsea ketika diperkuat Drogba dan Shevchenko. Saya banyak belajar dari Bobo, salah satunya dalam hal menyundul bola yang membuat saya semakin kuat dalam duel udara. Sebelumnya saya sangat jarang melakukannya. Selalu mempelajari hal baru membuat Anda semakin berkembang dan bertambah kuat.”

Cedera:

“Ketika menghadapi Modena, saya mengalami cedera. Saya menghabiskan tiga bulan untuk menyembuhkan cedera itu, rekor cedera terpanjang saya. Saya merasa karir saya berakhir kala itu. Saya berkata kepada Cuper waktu menghadapi Modena jika saya sudah tidak kuat lagi untuk menendang karena kaki saya sangat sakit rasanya. Saya masih bisa berlari, namun ketika melakukan tendangan, rasanya sakit luar biasa, seperti Anda di operasi tapi tanpa diberi bius.”

Derby Milano di Eropa :


“Kami kala itu bermain tanpa diperkuat Bobo. Walaupun kami memiliki Recoba, namun Bobo adalah sosok yang berbeda dan penting, namun inilah sepakbola. Kami mengalami kekalahan di laga pertama dan memaksakan hasil imbang di laga kedua semi final Liga Champions.”


Saat di Chelsea:


“Itu adalah masa yang sulit. Saya tidak ingin meninggalkan Inter, mungkin saya akan memilih lari sambil menangis karena saya tidak ingin meninggalkan tim ini. Kasih sayang yang saya terima dari para fans sungguh luar biasa. Saya belum memberikan yang terbaik untuk tim ini. Selalu finish dibawah Juventus membuat saya terganggu. Saya memimpikan meraih Scudetto di Italia. Tapi para petinggi Inter sudah memutuskan dan saya harus menerimanya.”



Saat di AC Milan:

“Sepakbola membuat Anda tersenyum. Saya membawa teman saya yang seorang Interista ke Istanbul untuk menyaksikan laga Milan – Liverpool. Namun yang terjadi seminggu kemudian adalah saya menjadi bahan olokan. Inter kala itu bermain di laga final Copa Italia. Teman saya itu ada di Curva Inter di San Siro dan mereka mulai bernyayi tentang apa yang menimpa kami (Milan) di Istanbul. Istanbul adalah mimpi buruk saya.”

Mengenai Mourinho:


“Saya mengenal Jose dan ia berkata ketika saya di Chelsea jika: Anda adalah seorang penyerang tengah dan ada Didier Drogba yang akan datang, jadi Anda harus bisa beradaptasi. Kemudian saya berkata kepadanya jika Ancelotti menginginkan saya di Milan dan saya kemudian hengkang ke Milan dan mereka mendatangkan Kezman. Kemudian saya kembali ke Chelsea usai final Liga Champions di Istanbul dan mereka sudah berubah menjadi tim yang luar biasa. Musim itu kami mampu keluar sebagai juara dan kami berhasil meraih 95 poin di akhir musim. Sebenarnya kami bisa meraih 100 poin, namun dua laga terakhir kami tidak melakukan persiapan dengan baik karena banyak pemain yang lebih mempersiapkan diri mereka untuk piala dunia.




Gol ke 200:

“Mencetak 200 gol dalam karir adalah sesuatu kebanggaan tersendiri bagi saya. Gol pertama saya dicetak ke gawang Inter ketika saya masih bermain untuk Parma, dan gol ke 200 saya di cetak ke gawang Parma. Itu merupakan catatan yang luar biasa. Di akhir musim 2006-2007, kami berhasil merengkuh Scudetto, yang merupakan Scudetto pertama yang kami raih dilapangan dalam beberapa tahun terakhir. Para fans harus menikmati momen ini.”

Kembali ke Parma:

“Saat itu, saya berkesempatan berlaga di Europa bersama Genoa, namun kemudian Parma datang ingin membawa pulang. Ini adalah bentuk cinta mereka kepada saya. Saya baik-baik saja secara mental, namun secara fisik saya mulai lelah. Saya mencoba memberikan yang terbaik disana, di sisa karir saya. Saya bertarung untuk menghindarkan mereka dari degradasi. Saya sangat bangga atas apa yang saya lakukan.”

Source: FCInter1908.it

#dikutip dari nerazzuriale.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar